Pengaruh Teknik Probing terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika SMP

Kemampuan komunikasi dalam belajar matematika itu penting. Ketika pembelajaran berlangsung, siswa berusaha menggunakan seluruh potensi yang dimiliki guna menjalani pembelajaran tersebut. Dalam pembelajaran matematika, aktivitas-aktivitas pengkomunikasian seperti merepresentasikan, mendengar, membaca, menulis, dan berdiskusi harus ditumbuh kembangkan secara optimal. Dengan demikian, siswa harus dapat memaksimalkan fungsi-fungsi kemampuan komunikasi yang dimilikinya saat belajar.

Komunikasi matematika siswa dalam belajar matematika merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar matematika. Komunikasi matematika tidak hanya diartikan dengan pemahaman matematika, namun juga sangat terkait dengan peningkatan kemampuan memecahkan masalah. Dalam pembelajaran matematika siswa perlu dapat mendengarkan dengan cermat, aktif, dan menuliskan kembali pernyataan atau komentar penting yang diungkapkan oleh teman ataupun guru.

Permasalahan kemampuan komunikasi dan hasil belajar matematika tersebut akar penyebabnya dapat bersumber dari guru, siswa, peralatan belajar dan lingkungan belajar. Akar penyebab dari berbagai sumber tersebut diuraikan singkat dibawah.

Bervariasinya kemampuan komunikasi dan hasil belajar matematika cenderung disebabkan dari  faktor guru. Pada umumnya permasalahan yang muncul karena faktor guru hampir ditemui di beberapa sekolah tidak jauh berbeda. Pada proses pembelajaran dominasi guru sangat tinggi. Metode mengajar yang digunakan masih konvensional, sehingga komunikasi yang terjadi masih satu arah. Guru dalam mengajar hampir tidak pernah mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari dan tidak menggunakan alat peraga sebagai media pengajaran. Kondisi guru pengajar bidang studi matematika pada umumnya yang dikatakan guru kurang kreatif dalam menyampaikan pelajaran dan apalagi inovatif. Padahal guru yang inovatif yang dibutuhkan pada saat sekarang.

Kurangnya kemampuan komunikasi dalam belajar matematika dapat juga disebabkan karena media pembelajaran yang tidak memadai dalam suatu kelas. Tidak adanya media pembelajaran yang menarik dapat berpengaruh terhadap aktivitas siswa dalam mempelajari suatu materi.  Selain permasalahan diatas, permasalahan lain dalam pembelajaran matematika yang ditemukan adalah dari aktivitas siswa itu sendiri. Keaktifan siswa mengikuti pembelajaran matematika hampir tidak nampak, para siswa jarang sekali mengajukan pertanyaan atau mengemukakan ide pengerjaannya, mereka lebih bergantung pada guru atau lingkungannya. Dalam proses pembelajaran, seharusnya siswa dituntut untuk aktif melalui aktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu yang singkat dapat membuat mereka berfikir tentang materi pelajaran terutama matematika. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika sangat diperlukan, sehingga apa yang dipelajari akan lebih bermakna dan tertanam dalam pikiran siswa.

Lingkungan belajar juga menyebabkan bervariasinya kemampuan komunikasi dan hasil belajar matematika. Suasana yang kurang kondusif dapat  berpengaruh pada aktivitas belajar siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Upaya untuk meningkatkan kemampuan komunikasi tentunya tidak terlepas dari adanya kerja sama antara siswa dan guru. Interaksi yang terjadi akan menciptakan pembelajaran yang aktif, dimana siswa dengan menggunakan kemampuan berkomunikasi berusaha untuk memperoleh pengetahuannya sendiri dengan bantuan guru yang berperan sebagai fasilitator. Berdasakan permasalahan tersebut, maka seorang guru  dapat memilih dan menerapkan sebuah model pembelajaran yang mampu mendukung upaya peningkatan kemampuan komunikasi dan hasil belajar matematika siswa. Peneliti memperkirakan bahwa teknik probing menjadi sebuah alternatif model pembelajaran yang cukup efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang didalamnya tersirat kemampuan komunikasi matematika.

Teknik probing merupakan suatu teknik dalam pembelajaran dengan cara mengajukan satu seri pertanyaan untuk membimbing siswa menggunakan pengetahuan yang telah ada pada dirinya agar dapat membangun sendiri menjadi pengetahuan baru.

artikel terkait : Penerapan teknik probing untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika.

Posted on January 17, 2013, in PTK and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: