PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL (CTL) PADA MATERI PERBANDINGAN

Perbandingan adalah dua buah bilangan yang dibandingkan satu sama lainnya. Ada dua cara dalam membandingkan dua besaran yaitu dengan mencari selisih dan mencari hasil bagi. Sebagai contoh berat badan Riyan 24 kg, sedangkan berat badan Yoga 30 kg. perbandingan berat badan Riyan dan Yoga dapat dinyatakan dengan dua cara sebagai berikut :

(a) berat badan Riyan kurang dari berat badan Yoga. Dalam hal ini, yang dibandingkan adalah selisih berat badan.

(b) berat badan Riyan : berat badan Yoga = 24 kg : 30 kg = 4 : 5. Dalam hal ini yang dibandingkan adalah hasil bagi berat badan Riyan dan berat badan Yoga.

Berdasarkan uraian materi Perbandingan diatas, maka pendekatan  yang tepat adalah pendekatan kontekstual (CTL). Pemilihan tersebut didasarkan karena pendekatan kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.

 

Simulasi Pendekatan Kontekstual (CTL) pada materi Perbandingan:

Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

1. Kegiatan pendahuluan

a. Guru mengomunikasikan tujuan pembelajaran dan hasil belajar yang akan dicapai oleh setiap siswa.

b. Guru memotivasi siswa dan menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (Pendekatan Kontekstual (CTL)).

c. Dengan tanya jawab guru dan siswa mengecek kemampuan prasyarat siswa (pengecekan kemampuan prasyarat terlampir).

 

2. Kegiatan inti

a. Guru menyampaikan materi pembelajaran dengan metode ceramah mengenai konsep perbandingan dalam pemecahan masalah.

b. Guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa. Sebagai contoh, guru membandingkan berat badan antara dua siswa. Guru dapat menginstruksikan kepada seluruh siswa agar saling membandingkan berat badan dengan teman sebangkunya.

c. Siswa menerapkan konsep perbandingan yang diberikan guru pada awal pembelajaran untuk memecahkan masalah.

d. Sesama siswa saling bekerjasama memecahkan masalah, guru bertindak sebagai fasilitator.c. Siswa menerapkan konsep perbandingan yang diberikan guru pada awal pembelajaran untuk memecahkan masalah.

 

3. Kegiatan akhir

a. Guru memberikan beberapa pemahaman pada siswa yang kesulitan  memecahkan masalah.

b. Guru memberikan kesimpulan bahwa ada dua cara dalam membandingkan suatu hal yaitu dengan mencari selisih dan mencari hasil bagi.

c.  Guru memberikan refleksi tentang materi Perbandingan.

 

Posted on January 21, 2013, in Uncategorized and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: